RELIGIOUS-BASED HABITUATION AND THE CULTIVATION OF INTERRELIGIOUS HARMONY IN SCHOOL CULTURE
Keywords:
Intergroup Contact Theory, interreligious harmony, religious-based habituation, religious tolerance, school cultureAbstract
This study examines how religious-based habituation strengthens school culture and fosters interreligious harmony in a religiously diverse public elementary school. Although previous research has explored school culture and religious habituation separately, empirical evidence is limited on how daily religious routines can function as inclusive social mechanisms that promote interfaith tolerance. This study addresses this gap by analyzing the implementation and impact of religious habituation at SDN 116 Cicaheum. A mixed-methods sequential exploratory design was employed. Qualitative data were collected through observations, interviews with the principal, teachers, and students, and documentation. Quantitative data were obtained from questionnaires administered to 30 sixth-grade students and analyzed using validity and reliability testing, followed by simple linear regression. The findings show that religious habituation is implemented through daily routines such as the 5S movement, collective prayers, and Qur’anic recitation, as well as weekly activities including Dhuha prayer, short sermons, and mini religious projects. These practices are designed inclusively, allowing students of different faiths to participate through alternative moral and social activities. Quantitative analysis indicates a positive and significant effect of religious habituation on school culture, with a regression coefficient of 1.645 and a significance value below 0.001. The study demonstrates that inclusive religious habituation not only strengthens students’ spiritual character but also creates structured opportunities for interfaith interaction aligned with Intergroup Contact Theory. It concludes that adaptive habituation programs can be effective strategies for cultivating tolerance and a a harmonious school culture in multicultural educational settings.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji bagaimana habituasi berbasis religius berkontribusi pada penguatan budaya sekolah dan penumbuhan harmoni antarumat beragama di sebuah sekolah dasar negeri yang memiliki keragaman agama. Meskipun penelitian sebelumnya telah membahas budaya sekolah dan habituasi religius secara terpisah, masih terbatas bukti empiris yang menjelaskan bagaimana rutinitas keagamaan harian dapat berfungsi sebagai mekanisme sosial inklusif yang mendorong toleransi antaragama. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis implementasi dan dampak habituasi religius di SDN 116 Cicaheum. Penelitian ini menggunakan desain mixed methods sequential exploratory. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta dokumentasi. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang diberikan kepada 30 siswa kelas VI dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, serta regresi linier sederhana. Temuan menunjukkan bahwa habituasi religius dilaksanakan melalui kegiatan harian seperti gerakan 5S, doa bersama, dan pembacaan Al‑Qur’an, serta kegiatan mingguan seperti salat Dhuha, kultum, dan proyek religius mini. Praktik-praktik ini dirancang secara inklusif sehingga siswa dari berbagai agama dapat berpartisipasi melalui aktivitas moral dan sosial alternatif. Analisis kuantitatif menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan habituasi religius terhadap budaya sekolah, dengan koefisien regresi sebesar 1,645 dan nilai signifikansi di bawah 0,001. Penelitian ini menunjukkan bahwa habituasi religius yang inklusif tidak hanya memperkuat karakter spiritual siswa tetapi juga menciptakan peluang interaksi antaragama yang terstruktur sesuai dengan Intergroup Contact Theory. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program habituasi yang adaptif dapat menjadi strategi efektif untuk menumbuhkan toleransi dan budaya sekolah yang harmonis dalam konteks pendidikan multikultural.
Downloads
References
Al Ghozi, P. &. (2025). Religious Character Habituation Through School Culture in Elementary Schools. Indonesian Journal of Education Methods Development Vol. 20 No. 4, 1-11.
Allport, G. (1954). Intergroup Contact Theory Recent developments and future directions. New York: Routledge.
Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Ayuningtyas, I. L., & Pramono, D. (2023). Internalisasi Pendidikan Karakter dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Journal of Education Research, 1299-1316.
Bourdieu, P. (2013). OUTLINE OF A THEORY OF PRACTICE. New York: Cambridge University Press.
Creswell, J. W. (2017). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Darmawan, D. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Fleming, J., & Kleinhenz, E. (2007). Towards a Moving School. Australia: Australian Council for Educational Research.
Hadi, S. &. (2025). Managing Islamic School Culture to Develop Students’ Religious Character. Journal of Educational Research and Practice, Volume 3 Number 2, 255-275.
Hikmah, N., Paradise, R. A., & Mubin, N. (2025). PERAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTARUMAT BERAGAMA DI SEKOLAH. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 239-244.
Indah, S. (2021). Implementasi Nilai-Nilai Toleransi di Sekolah Dasar (Studi Kasus di UPT SDN 24 Tumijajar Tulang Bawang Barat) . Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung.
Kurniawaty, I., Purwati, & Faiz, A. (2022). Penguatan Pendidikan Karakter Cinta Tanah Air. Jurnal Education and development, 496-498.
Lestari, P. A. (2024). Educating for Tolerance: Multicultural Approaches in Islamic Religious Education. Sinergi International Journal of Islamic Studies, Volume 2. Issue 2, 96-108.
Majid, A. A. (2020). Reducing Prejudice: The Role of Contact Theory in Inter-Religious Dialogue . International Journal of Advanced Research in Islamic and Humanities, 37-49.
Megawati, R. (2004). Pendidikan Karakter Solusi Yang Tepat Untuk Membangun Bangsa. Jakarta: BP. Migas.
Miles, B. M., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis. Los Angeles: SAGE Publications.
Muhtar, F. (2025). Interfaith Educational Collaboration Enhances Cultural Adaptation in Lombok and Bali. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 22-42.
Mukhlisin, Cikusin, Y., & Ghony, D. (2025). Educating for Peace and Pluralism: The Implementation of Multicultural Religious Values in Indonesian Religious Education. International Journal of Scientific Research and Management (IJSRM) , 4165-4171.
Nasehudin , T. S., & Gozali, N. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: CV Pustaka Setia.
Nasution, O. A., & Bahari, Y. (2024). Kemiskinan Pada Gelandangan Dan Pengemis (Gepeng) Diperkotaan: Perspektif Teori Habitus Oleh Pierre Bourdieu. Journal on Education, 4591- 4598 .
Papageorgiou, K. (2025). Participation and Preferences in the Cultural Activities of Contemporary Society. Journal of Educational and Social Research, 1-11.
Prasetyo, G. (2014). Pelaksanaan Program Mentoring dalam Membentuk Karakter Siswa SMAN 5 Yogyakarta. Skripsi, 1.
Safitri, N. M. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter melalui Kultur Sekolah di SMPN 14 Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Karakter, 173-183.
Samani, M. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sari, W. P., & Sadewo, F. X. (2024). Habituasi Permainan Tradisional Sebagai Media Penguatan Pendidikan Karakter di SD Negeri Pacarkeling 1 Surabaya. Paradigma, 61-70.
Sudjana, N., & Ibrahim. (2007). Penelitian dan Penilaian. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Published
How to Cite
Issue
Section
Copyright (c) 2025 Ilmi Nur Hidayah, Imas Kurniawaty, Muhamad Parhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





