BETWEEN THE SACRED AND THE PROFANE: THE DYNAMICS OF THE MEMORIZATION OF THE QUR’AN IN EAST KALIMANTAN

Authors

  • Ida Suryani Wijaya IAIN Samarinda
  • Diajeng Laily Hidayati IAIN Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i2.358

Keywords:

The Sacred, The Profan, Hafidz, Memorization of the Quran, and Muslim Society

Abstract

Menghafal   teks-teks   Al-Qur’an   adalah   salah   satu   perbuatan  paling  berharga,  dan  telah  lama  dianggap  sebagai  perwujudan  dari  gagasan  menjaga  agama.  Pekerjaan menghafal Al Qur’an yang menguntungkan ditopang oleh manfaat material yang disediakan oleh masyarakat  Muslim  sehingga  menciptakan  interaksi  yang  dinamis  antara  motif  profan  dan  sakral  untuk  ingatan (penghafal Al-Qur’an). Makalah ini bertujuan mengeksplorasi hubungan dinamis antara motif sakral dan  profan  dalam  proses  menghafal  Al  Qur’an  di  Kalimantan Timur dengan menjawab dua pertanyaan; (1)  Apa  faktor  penentu  utama  yang  mempengaruhi  keputusan  seseorang  untuk  menghafal  Al  Qur’an? (2) bagaimana haafiz penuh melihat upaya mereka dalam melakukan tugas-tugas seperti itu? Wawancara mendalam  dilakukan  untuk  mendapatkan  informasi  terkait    pertanyaan    penelitian,    sedangkan    teknik    kualitatif diterapkan untuk menganalisis data. Temuan riset menunjukkan bahwa faktor penentu utama untuk menghafal  Al-Qur’an  adalah  kombinasi  dari  strata  sosial yang tinggi yang dirasakan akan dinikmati oleh seorang haafiz jika mereka berhasil menyelesaikan tugasnya,  dan  adanya  pengakuan  masyarakat  untuk  strata  tersebut  dalam  bentuk  dukungan  pemerintah bagi mereka. Pada haafiz yang secara penuh menghafal   Al-Quran   memandang   upaya   mereka   untuk  menghafal  seluruh  pasal  Al-  Quran  sebagai  tugas  suci  yang  ditakdirkan  oleh  Tuhan  sehingga  perolehan materi dan pengakuan sosial yang mereka dapatkan  saat  melakukan  tugas  adalah  perwujudan  dari berkah Tuhan. Yang suci dan yang profan dalam konteks  ini  sedemikian  cair  di  mana  seringkali  garis-garis demarkasi di antara yang sakral dan yang profan saling melampaui satu sama lain.

Kata kunci: Menghafal al-Qur'an, hafiz,  masyarakat muslim

 

Memorizing  texts  of  the  Qur’an  is  one  of  the  highest  rewarding  deeds,  and  it  has  long  been  perceived  as  a  manifestation  of  the  idea  of  guarding  the  religion.  The  rewarding  job  of  memorizing the Qur’an is sustained by material benefit provided by the Muslim society thus creating a dynamic interaction between profane and sacred motives for the haafizhs (memorizer of the Qur’an). This paper aims at exploring the dynamic  inter-relationship  between  sacred  and  profane motives in the process of memorization of  the  Qur’an  in  East  Kalimantan  by  answering twofold questions; (1) What are the main determinant  factors  affecting  the  decision  to  memorize the Qur'an? (2) how full-fledged haafizhs see their efforts in doing such tasks? In-depth interviews were undertaken to get information  related  to  the  research  questions,  while   qualitative   technique   is   applied   to   analyse  the  data.  Findings  reveal  that  the  main  determinant factor for the Qur’anic memorization is a combination of perceived high social stratum the haafizh  would enjoy should they manage to complete the task,  and the society’s recognition for  such  stratum  in  the  form  of  government  supports  for  them. Full-fledge haafizhs of  the  Qur’an  perceive  their  effort  to  memorize  the  whole  chapter  of  the  Qur’an  as  a  sacred  duty  ordained by God thus material gains and social recognitions they get while doing the task are the manifestation of God’s blessings. The sacred and the profane in this context is fluid that in most of the times the demarcation lines of the sacred and the profane transgress each other’s.

Keywords: Memorization of the Qur'an, haafuzh, muslim society

 

Downloads

Published

2019-12-31

How to Cite

Wijaya, I. S., & Hidayati, D. L. (2019). BETWEEN THE SACRED AND THE PROFANE: THE DYNAMICS OF THE MEMORIZATION OF THE QUR’AN IN EAST KALIMANTAN. Harmoni, 18(2), 165-181. https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i2.358