REPRODUKSI MULTIKULTURALISME DI TENGAH PLURALITAS MASYARAKAT BATAK (Kasus pada Masyarakat Pematang Siantar, Sumatera Utara)

(Kasus pada Masyarakat Pematang Siantar, Sumatera Utara)

  • dandung budi yuwono LPPM UIN Sunan Kalijaga
Keywords: multikultur

Abstract

Abstrak Masyarakat Pematang Siantar dengan beragam agama dan etnik realitasnya dapat hidup berdampingan secara harmonis, terbebas dari konflik agama-etnis. Penelitian kualitatif antropologis ini bertujuan untuk memahami konsep pemikiran, melihat dan mengetahui semangat multikulturalisme yang dikembangkan masyarakat Pematang Siantar dalam mempertahankan harmonisasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara mendalam, dan analisis data dilakukan secara interpretatif dengan memperhatikan perspektif emik dan etik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa harmonisasi di tengah pluralitas masyarakat Pematang Siantar dapat dipertahankan karena di dalam kehidupan masyarakat telah terbangun kesadaran kolektif tentang keragaman. Meskipun demikian masyarakat tetap mengembangkan sikap kritis melalui gerakan multikulturalisme yang direproduksi secara sosial, yakni pengembangan sikap toleransi, pelestarian sistem kekerabatan dan tradisi, menolak primordialisme dan penerapan politik multikulturalisme. Kata Kunci: reproduksi, multikulturalisme, pluralitas, masyarakat Batak Abstract The society of Pematang Siantar with diverse ethnic and religion (plural) can be freed from the ethnic-religious conflict issues, even can coexist harmoniously. This anthropological qualitative research aims to understand the concept of thinking, seeing and knowing the spirit of multiculturalism developed by Pematang Siantar society to maintain harmonization. The data collection technique using observation and in-depth interview. Meanwhile, data analyzed by interpretive, using triangulation analysis techniques emphasized to emic and ethical perspectives. The findings of this study indicate that the condition of harmony manifested in the social space of the society in Pematang Siantar are inseparable from the supporting factors has been awakened of multiculturalism collective awareness in the midst society in Pematang Siantar about diversity. Nonetheless, society continues to develop a critical attitude through a socially reproduced multiculturalism movement, namely the development of tolerance, the preservation of the kinship system and tradition, rejecting primordialism and the application of multicultural politics. Keywords: reproduction, multiculturalism, plurality, Batak society
Published
2018-12-31
How to Cite
yuwono, dandung. (2018, December 31). REPRODUKSI MULTIKULTURALISME DI TENGAH PLURALITAS MASYARAKAT BATAK (Kasus pada Masyarakat Pematang Siantar, Sumatera Utara). Harmoni, 17(2), 326-340. https://doi.org/https://doi.org/10.32488/harmoni.v17i2.204