ADAT KAWIN LARI (MERARIQ) SUKU SASAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERNIKHAN DINI DAN SIRRI

  • Ahmad syaerozi Yayasan Raudhatul Azhar Masbagik Timur
Keywords: Adat Merariq, midang, nemin ,berayean Pencegahan.

Abstract

Tradisi merariq tidak lepas dari anggapan buruk sebagai salah satu sebab dari sekian banyak penyebab maraknya praktek pernikahan dini dan sirri. Akan tetapi ada sisi yang dapat dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya pernikahan dini dan sirriĀ  pada empat tahapan awal dari tradisi pra-merariq yaitu midang, nemin, ngumbuk dan berayean. Keempat tahapan ini masih dalam proses perkenelan antara pria dan wanita sehingga orang tua berkesempatan menilai anaknya apakah sudah waktunya untuk merariq atau tidak, jika belum waktunya maka proses keempat tersebut dapat ditunda. Pengawasan keluarga menjadi penting untuk mendampingi anak dalam menentukan kehidupan di masa yang akan datang. Keempat tahapan ini dapat dimanfaatkan untuk pencegahan oleh keluarga namun harus didukung juga dengan informasi yang tepat, cepat dan valid dari pemerintah setempat. Kemudian aspek hukum menjadi hal yang perlu diperhatikan agar setiap pernikahan dini dan sirri dapat diberikan hukuman baik berupa sanksi secara fisik maupun psikologi. Ketidak jelasan aturan terhadap masalah pernikahan dini dan sirri akan menambah maraknya praktik pernikahan dini dan sirri. Ketidak jelasan hukum membuat praktik pernikahan dini dan sirri sebagai penyimpangan yang terbatas pada lisan masyarakat setempat.

Author Biography

Ahmad syaerozi, Yayasan Raudhatul Azhar Masbagik Timur

tulisan sebagai saksi kehidupanĀ 

Published
2019-12-31
How to Cite
syaerozi, A. (2019, December 31). ADAT KAWIN LARI (MERARIQ) SUKU SASAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PERNIKHAN DINI DAN SIRRI. Harmoni, 18(2), 128-145. https://doi.org/https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i2.334