ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH (ANAS) DAN KEMBALINYA ORANG NU PASCA MASUK SYIAH DI PROBOLINGGO

  • ahsanul khalikin Researcher at Centre For Research and Development on Religious Life Ministry of Religious Affairs
Keywords: Peran Pemerintah Probolinggo, Hubungan Antar Komunitas, Gerakan Syiah

Abstract

Fenomena yang terjadi di Probolinggo sungguh menggelitik, mengusik serta membuat penasaran mengapa beberapa aktifis NU dan santri justru meninggalkan paham keagamaan ahlusunnah wal jamaah kemudian menjadi penganut paham syiah Imamiyah? padahal pondok pesantren yang berafiliasi NU merupakan tempat pengkaderan untuk menggodok kader-kader NU yang akan mewarisi kepemimpinan NU pada masa yang akan datang. Masalahnya bagaimana perkembangan komunitas Syi’ah di Probolinggo?, hubungan antara komunitas Syi’ah dengan komunitas muslim lainya?, peran pemerintah dalam membangun kerukunan antar komunitas? Ternyata Syi’ah di Probolinggo secara tersirat seperti kegiatannya ada namun bersifat intern. Realitas menjalin hubungan elemen keagamaan dengan Sunni, Muhammadiyah dan sebagainya secara legal formal tidak ada. Peran pemerintah kota sudah dibentuk Tim Kominda Probolinggo diketuai Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, tujuannya tim ini cepat berkomunikasi untuk mencegah bila ada hal-hal yang membuat tidak kondusip.

Published
2019-12-31
How to Cite
khalikin, ahsanul. (2019, December 31). ALIANSI NASIONAL ANTI SYIAH (ANAS) DAN KEMBALINYA ORANG NU PASCA MASUK SYIAH DI PROBOLINGGO. Harmoni, 18(2), 91-102. https://doi.org/https://doi.org/10.32488/harmoni.v18i2.300