PERTUMBUHAN SYI’AH DAN RELASINYA DENGAN NON SYI’AH DI KOTA MEDAN SUMATRA UTARA

  • Wakhid Sugiyarto Peneliti Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama
Keywords: relasi, konflik, tuduhan sesat, mazhab Syi’ah, mazhab Suni

Abstract

Tulisan untuk jurnal ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2016, yang dilatarbelakangi oleh berbagai persekusi, intimidasi, dan kekerasan terhadap komunitas bermazhab Syi’ah.  Berbagai persekusi, intimidasi, dan kekerasan terhadap komunitas bermazhab Syi’ah itu dilatarbelakangi itu atas berbagai tuduhan negatif anti Syi’ah terhadap komunitas bermazhab Syi’ah. Tulisan ini sedikit ada tambahan dari kondisi komunitas Syi’ah terkini di Medan dan sekitarnya. Penelitian ini sengaja dilakukan lebih banyak dari perspektif komunitas Syi’ah, karena penelitian berkaitan dengan Syi’ah ini sudah dilakukan berkali-kali dan semua tuduhan negatif terhadap Syi’ah sudah dinvetarisir. Tuduhan negatif itu adalah kaum Syi’ah suka menghujat dan mencaci maki dan mengkafirkan para Sahabat, nikah mut’ah sama dengan legalisasi perzinahan, taqiyah sama dengan kemunafikan, tahrif dalam al Qur’an (ada ayat yang hilang), kaum Syi’ah memiliki kitab suci Al Qur’an mushaf Fatimah ayatnya 17.000 ayat, wahyu mestinya turun ke Ali tetapi karena Jibril berkhianat sehingga wahyu jatuh kepada Nabi Muhammad SAW, Tuhanya kalangan Syi’ah adalah Ali, Syi’ah karya Abdullah bin Saba’, Telah terjadi pembunuhan besar-besaran ulama Suni di Iran, masjid-masjid Suni di Iran dihancurkan, pulasara jenazah tidak dapat dilakukan komunitas Suni, Di Kota Teheran tidak ada masjid Suni. Di Indonesia, Syi’ah disebut bahaya bagi Suni dan NKRI, ada Syi’ah ada konflik, semua Syi’ah adalah Rafidhah. Syi’ah bukan Islam. Atas berbagai persekusi, intimidasi, dan kekerasan terhadap komunitas bermahab Syi’ah itu, maka perlu dilihat relasi komunitas Syi’ah dengan non Syi’ah.Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan bentuk studi kasus yang mengandalkan tehnik pengumpulan data dalam bentuk focus group discussion (FGD), observasi, wawancara, dan kajian dokumen.Dari penelitian yang dilakukan, telah menghasilkan realitas lapangan bahwa komunitas bermazhab Syi’ah tumbuh menggeliat di kalangan terpelajar dan mahasiswa Kota Medan. Komunitas mazhab Syi’ah di Kota Medan telah membentuk dan mensponsori pendirian majelis taklim Syi’ah di 13 Kabupaten Kota di Sumatra Utara, beberapa buah di Sumatra Barat dan Provinsi Aceh. Faktor yang menjadi pendorong pertumbuhan mazhab Syi’ah adalah daur ulang tuduhan negatif terhadap mazhab Syi’ah yang tidak dapat dibuktikan dalam realitas. Semua tuduhan itu telah dijawab dengan sangat baik oleh informan dalam penelitian ini. Kemudian perbedaan dalam memahami kitab-kitab rujukan yang dijelaskan informan sebagai penyebab salah paham kalangan anti Syi’ah terhadap mazhab Syi’ah dan faktor terakhir adalah performance anti Syi’ah di Kot Medan yang buruk (dari mimbar sampai media sosial). Semua faktor itu dikiritisi oleh calon-calon pengikut Syi’ah di Medan dengan diskusi yang dipandu para akademisi. Atas berbagai tuduhan yang menimpa komunitas bermazhab Syi’ah itu para akademisi Medan mengkiritisi Ulama yang dianggapnya masih salah paham tentang mazhab Syi’ah. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa relasi komunitas bermazhab Syi’ah dengan komunitas muslim lainya sangat baik. Hal ini terlihat dalam pendirian Yayasan Islam Abu Thalib Medan yang dihadiri oleh Rektor UIN Sumatra Utara, Direktur Paska Sarjana UIN Sumatra Utara, tokoh-tokoh agama berbagai ormas keagamaan di Kota Medan dan berbagai lapisan masyarakat. Pengurusnya juga terdiri dari orang-orang Syi’ah dan Suni.

Published
2018-12-31
How to Cite
Sugiyarto, W. (2018, December 31). PERTUMBUHAN SYI’AH DAN RELASINYA DENGAN NON SYI’AH DI KOTA MEDAN SUMATRA UTARA. Harmoni, 17(2), 272-289. https://doi.org/https://doi.org/10.32488/harmoni.v17i2.294