RELASI UMAT KHONGHUCU DENGAN MASYARAKAT SEKITAR DAN PEMERINTAH DIKAWASAN PECINAN (Studi Kasus di Kota Semarang)

  • suhanah suhanah Peneliti Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI
Keywords: Kota Semarang, Relasi, Umat Khonghucu, Kampung Pecinan

Abstract

Penelitian tentang “Relasi Umat Khonghucu dengan Masyarakat Sekitar dan Pemerintah Di Kawasan Pecinan (Studi kasus di Kota Semarang)” Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: 1)Bentuk-bentuk  kerukunan  umat beragama seperti apa yang terjadi  di kawasan Pecinan ? 2)Apa saja bentuk layanan umat Khonghucu yang sudah diberikan pemerintah? 3) Apa saja bentuk layanan Umat Khonghucu yang belum diberikan pemerintah ?4) Bagaimana relasi Umat Khonghucu dengan umat beragama lainnya, masyarakat dan pemerintah, yang dapat membuat terjadinya harmonisasi antar umat beragama? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan tersebut di atas.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk studi kasus.Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi,  dan studi pustaka serta telaah terhadap buku-buku yang terkait. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1)Bentuk-bentuk kerukunan yang terjadi di kawasan Pecinan adalah tersedianya makan gratis bagi kaum dhuafa, adanya pasar semawisdan pasar imlek. 2)Bentuk-bentuk layanan umat khonghucu yang sudah diberikan pemerintah diantaranya adalah masalah akte kelahiran, pernikahan, pendidikan, pemulasaran jenazah dan identitas agama dalam KTP, walaupun masih ada kendala terhadap umat Khonghucu itu sendiri yang belum mau merubah identitas agama dalam KTPnya  dengan alasan-alasan tertentu; 3) Bentuk-bentuk layanan yang belum diberikan antara lain adalah keinginan memiliki Sekolah Tinggi Agama Khonghucu, penambahan rohaniawan dan penyuluh agama, hal ini karena ada berbagai pertimbangan seperti kurangnya SDM yang dimiliki;4) Relasi umat Khonghucu dengan umat beragama lainnya yang ditonjolkkan  melalui makan siang gratis bagi kaum dhuafa untuk semua golongan tanpa memandang agama dan etnis yang dilakukan pada setiap hari Selasa siang;Di pasar semawis semua umat beragama melaksanakan transaksi jual beli orang Islam membeli dagangan orang non muslim dan orang muslim berdagang dibeli oleh orang yang non muslim. Begitu pula orang non muslim memiliki usaha dagang minuman tetapi penjualnya adalah orang Islam. Di tempat inilah kita melihat terjadinya harmonisasi hubungan antar umat beragama yang ada di Kota Semarang khususnya di kawasan Pecinan.

Published
2018-12-31
How to Cite
suhanah, suhanah. (2018, December 31). RELASI UMAT KHONGHUCU DENGAN MASYARAKAT SEKITAR DAN PEMERINTAH DIKAWASAN PECINAN (Studi Kasus di Kota Semarang). Harmoni, 17(2), 302-314. https://doi.org/https://doi.org/10.32488/harmoni.v17i2.293